DHCP Config di Linux

27 07 2007

Manajemen IP address itu penting banget buat seorang admin jaringan. Dengan manajemen IP, seorang administrator dapat membatasi jumlah client yg terkoneksi dgn jaringannya.

DHCP server membagikan IP pada client2 yg ada dlm networknya sesuai rentang yg dikonfigurasikan. Untuk client yg harus menggunakan IP tertentu juga dapat di set di konfigurasinya.

Sekedar tips, kalo ga mau susah2 untuk membatasi IP client anda, pada subnetmask nya isikan dengan angka yg anda inginkan

IP –> 192.168.10.17 — 222.255.255.0 —-> angka nol disini memungkinkan adanya 254 user yg terkoneksi (IP 192.168.10.0 digunakan sebagai network ID jaringannya dan 192.168.10.255 sebagai broadcastnya)
Ganti segment terakhir pada subnetmask dgn angka sesuae jmlah client, rumusnya 254 dkurangi jumlah client
e.g: ada 62 client, maka 254 – 62 = 192 –> subnetmask anda 255.255.255.192

Namun cara diatas hanya untuk membatasi rentang IP saja, bukan untuk memberikan IP dinamis pada client. Untuk memberi IP pada client ya harus pake dhcp server.
Langkah² membuat DHCP server pada mesin RedHat Linux

1. Instal paket dhcpd.3.*.*.rpm ( * adl versi dhcpd nya)
2. buat file di direktori /etc dengan nama dhcpd.conf dengan teks editor yg anda sukai (saya pake vi yg dasar:))
3. Copy dan paste kan script di bawah ini :
ddns-update-style interim;
# Required for dhcp 3.0+ / Red Hat 8.0+
ignore client-updates;

subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 { <== isikan subneting dan netmask network anda)
# Range of IP addresses to be issued to DHCP clients
range 192.168.1.128 192.168.1.254; <== IP yg akan digunakan oleh host (isikan sesuai jumlah client anda)
# Default subnet mask to be used by DHCP clients
option subnet-mask 255.255.255.0; <== isikan subnetmask network anda (sesuaikan juga dgn jmlh client)
# Default broadcastaddress to be used by DHCP clients
option broadcast-address 192.168.1.255; <== isikan broadcast network anda (broadcast adl IP maximal network anda ditambah 1)
# Default gateway to be used by DHCP clients
option routers 192.168.1.1; <=== isikan gateway server anda
option domain-name “your-domain.org”; <=== isikan domain anda (optional)
# Default DNS to be used by DHCP clients
option domain-name-servers 40.175.42.254, 40.175.42.253; <== dns server anda (optional)
option netbios-name-servers 192.168.1.100;

# (Optional. Specify if used on your network)
# DHCP requests are not forwarded. Applies when there is more than one ethernet device and forwarding is configured.
# option ipforwarding off;
# Amount of time in seconds that a client may keep the IP address <== waktu maximum penggunaan IP (jika melebihi maka harus request lagi)
default-lease-time 21600;
max-lease-time 43200;
# Eastern Standard Time
option time-offset -18000;
# Default NTP server to be used by DHCP clients
# option ntp-servers 192.168.1.1;
# option netbios-name-servers 192.168.1.1;
# — Selects point-to-point node (default is hybrid). Don’t change this unless you understand Netbios very well
# option netbios-node-type 2;
# We want the nameserver “ns2″ to appear at a fixed address.
# Name server with this specified MAC address will recieve this IP. <== jika ada komputer yg harus menggunakian IP tertentu isikan mac address NICnya disini dgn IP yg diinginkan

host ns2 {
next-server ns2.your-domain.com;
hardware ethernet 00:02:c3:d0:e5:83;
fixed-address 40.175.42.254;
}

# Laser printer obtains IP address via DHCP. This assures that the
# printer with this MAC address will get this IP address every time. <== untuk penggunaan printer jaringan

host laser-printer-lex1 {
hardware ethernet 08:00:2b:4c:a3:82;
fixed-address 192.168.1.120;
}
}

skrip di atas dpat anda temukan di /usr/share/doc/dhcp-3.X/dhcp.conf.sample

4. simpan dan keluarlah dari text editor anda
5. ketikkan perintah berikut pada konsole
# service dhcpd start
# /etc/rc.d/init.d/dhcpd configtest (gunakan /usr/sbin/dhcpd -f pada distro lain)
6. jika tidak ada pesan error maka anda sudah berhasil….tinggal clientnya dikonfigurasi
7. untuk melihat client yg merequest IP dan IP yg aktif lihat file /var/lib/dhcp/dhcpd.leases dengan text editor anda

selamat mencoba ya!!
:)





Mengatur DHCP Server di Ubuntu

27 07 2007

DHCP atau kepanjangan dari Dynamic Host Configuration Protocol. Sebenarnya kata Dynamic sudah dapat mewakili semuanya. Jika kita yang sudah familiar di Linux Networking mungkin dapat dengan mudah memahami maksud serta tujuan di buatnya DHCP Server.

Saya sendiri pada awalnya masih menerapkan Static Address untuk pengalamatan di kantor tempat saya bekerja. Tapi dengan bertambahnya jumlah PC, dan guna meningkatkan keamanan. Akhirnya DHCP memang dapat dijadikan alternatif yang sangat baik.

Dengan adanya DHCP Admin tidak perlu mengeset satu persatu komputer user dengan alamat yang statis. Biarlah DHCP-Server yang memberikan alamat sesuai dengan range yang diberikan. Dari sisi keamanan tentu saja konfigurasi ini lebih aman, karena user tidak akan dapat merubah IP secara manual, dan jika user sengaja merubah IP maka ia tidak akan dapat berkomunikasi secara jaringan.

Tutorial berikut saya coba uraikan dari konfigurasi yang saya pakai. Adapun tingkatannya adalah untuk BASIC User seperti saya. Adapun paket-paket yang diperlukan adalah :
-Operating System : Ubuntu Breezy Badger 5.10
- DHCP Server : DHCP3

Tahap Installasi dan Konfigurasi
Jika anda sudah mempunyai Box Ubuntu maka yang perlu anda lakukan adalah cukup menginstall paket DHCP saja. DHCP yang saya gunakan adalah DCP versi 3. untuk menginstallasinya jalankan perintah berikut :

# Sudo apt-get install dhcp3-server

tunggu sampai proses selesai, kemudian rubah konfigurasi file dhcp3-server pada direktori /etc/default/ dengan menjalankan perintah :
# Sudo Vi /etc/default/dhcp3-server

Cari baris yang berisi INTERFACES=”” kemudian rubah menjadi :

INTERFACES=”eth0″ (atau tergantung Ethernet mana yang akan anda gunakan, tetapi jika hanya terdapat 1 ethernet maka secara default ketikkan eth0)

Tahapan selanjutnya adalah merubah file dhcpd.conf yang terdapat pada direktori /etc/dhcp3, dengan menjalankan perintah berikut :
# Sudo Vi /etc/dhcp3/dhcpd.conf

Cari baris perintah :
# option definitions common to all supported networks…
option domain-name “example.org”;
option domain-name-servers ns1.example.org, ns2.example.org;

default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;

Kemudian rubah menjadi :

# option definitions common to all supported networks…
#option domain-name “example.org”;
#option domain-name-servers ns1.example.org, ns2.example.org;

#default-lease-time 600;
#max-lease-time 7200;

Kemudian cari lagi baris perintah berikut :

# A slightly different configuration for an internal subnet.
#subnet 10.5.5.0 netmask 255.255.255.224 {
# range 10.5.5.26 10.5.5.30;
# option domain-name-servers ns1.internal.example.org;
# option domain-name “internal.example.org”;
# option routers 10.5.5.1;
# option broadcast-address 10.5.5.31;
# default-lease-time 600;
# max-lease-time 7200;
#}

Dan rubah menjadi :

# A slightly different configuration for an internal subnet.
subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 { # Subnet merupakan range IP mana yang anda gunakan, pada contoh saya menggunakan range IP Kelas C
range 192.168.0.1 192.168.0.254; # Range ini merupakan jangkauan alamat IP yang digunakan, pada contoh saya menggunakan range IP kelas C dengan jangkauan alamat 1-254)
option domain-name-servers 202.188.0.133, 202.188.1.5; #DNS yang anda gunakan, tanda koma untuk memasukkan DNS secondary
option domain-name “micokelana.com”; #Nama dari DHCP Server
option routers 192.168.0.1; # Merupakan Gateway yang kita butuhkan untuk konek ke internet
option broadcast-address 192.168.0.255; # Merupakan alamat untuk Broadcast
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
}

Jika anda menginginkan setiap user mendapatkan IP yang tetap, misalnya user 1 akan tetap mendapatkan IP 192.168.0.2, maka anda harus menambahkan perintah berikut :

Cari baris :
# Fixed IP addresses can also be specified for hosts. These addresses
# should not also be listed as being available for dynamic assignment.
# Hosts for which fixed IP addresses have been specified can boot using
# BOOTP or DHCP. Hosts for which no fixed address is specified can only
# be booted with DHCP, unless there is an address range on the subnet
# to which a BOOTP client is connected which has the dynamic-bootp flag
# set.
#host fantasia {
# hardware ethernet 08:00:07:26:c0:a5;
# fixed-address fantasia.fugue.com;
#}

Kemudian anda dapat mengkonfigurasi sesuai dengan jaringan ditempat anda,saya berikan contoh berikut :

host User1{
hardware ethernet 08:00:FE:26:c0:a5; # ketikkan MAC Address User1
fixed-address 192.168.0.2; # IP address User1
}

Dengan begitu User 1 akan selalu mendapatkan IP 192.168.0.2

Jangan lupa simpan konfigurasi yang anda buat, kemudian restart Server DHCP dengan perintah :
# Sudo /etc/init.d/dhcp-server restart

Langkah berikutnya anda tinggal menyesuaikan dengan jumlah komputer dan konfigurasi pada jaringan yang anda buat. Dan untuk bereksperimen anda dapat memperhatikan setiap baris pada file dhcpd.conf, secara keseluruhan file konfigurasi tersebut sudah memberikan penjelasan STEP by STEP.





AH PACARAN …KENAPA GA’ BOLEH SIH?

27 07 2007


aheartarrow.jpg

Sesungguhnya Islam itu Indah dan membawa kebahagiaan bagi yang menjalankannya dengan ikhlas mengharap keridaan Alloh Subhanahuwataala semata (mengharap wajah Alloh kelak di akhirat).

Bukankah pacaran itu indah dan membahagiakan? Mengapa Islam melarang keindahan dan kebahagiaan ?

 

Si Fulan melihat teman-teman di sekitarnya asyik berpacaran. Mereka selalu berdua, punya teman curhat, punya tempat untuk mencurahkan kasih sayang, diperhatikan dan dimanja oleh pujaan hati, dan serentetan “slide” lainnya yang membuat Fulan iri. Tapi karena keimanan yang Fulan miliki, di lubuk hatinya masih terdengar suara indah : ”Tidak, ini adalah aktivitas mendekati zina”. Tapi setan tidak tinggal diam, ada suara lain di hati Fulan : “Ah, jangan terlalu alim! Hidup hanya sekali! Rugi kalau nggak pacaran! Kapan lagi kamu bisa bermesraan dan merasakan kebahagiaan? Toh kamu tidak melakukan zina!”. Lain waktu setan melancarkan jurusnya yang lain : “Kalau kamu tidak pacaran, kamu baklalan ngga’ dapat jodoh!” Ach yang bener…?? “Semangat belajarmu bias meningkat!

          Dasar setan, si musuh bebuyutan yang selalu menggentayangi anak manusia untuk bermaksiat kepada Rob Azza Wa Jalla.

“Sesungguhnya setan itu adalah musuh utama bagimu, maka jadikanlah ia musuh (mu), setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Fatir ; 6)

          Ternyata teman-teman kita masih banyak yang juga berpendapat demikian, makanya pembahasan mengenai pacaran adalah hal yang ga’ pernah basi bahkan ditunggu-tunggu untuk sekedar mengingatkan ato refreshing keimanan bagi kita yang udah tahu ilmunya.

          Walaupun jika kita merasa bahwa aktivitas pacaran bukan merupakan aktivitas zina, tapi segala proses pacaran adalah tidak lepas kecuali menuju/ mendekati perbuatan keji tersebut.

Dari Abu Huroiroh Rodiallohuanhu. Rosululloh bersabda :

“Ditulis  pada Ibnu Adam bagian-bagian dari zina. Zinanya mata adalah memandang, zinanya lisan adalah berbicara, zinanya kedua telinga adalah mendengar, zinanya kedua tangan adalah meraba, zinanya kaki adalah melangkah, dan jiwa yang berkeinginan adalah menyenanginya dan farji (kemaluan) yang membenarkan atau mendustakan.”

          Apakah saling berpandangan dalam pacaran tidak menimbulkan syahwat? Apakah saling berbicara dan bermanja-manja tidak menimbulkan gejolak jiwa? Apakah saling bersentuhan tangan tidak membuat merinding bulu roma? Apakah berangan-angan untuk itu tidak melenakan manusia? Sudah jelas dan trgas di jelaskan dalam hadist shohih di atas, meskipun farji tidak melakukan aktivitas zina, tetap segala sesuatu yang menjurus kepada hal itu dikatakan zina. Meskipun hokum yang berlaku atasnya berbeda dan tingkat dosanya berbeda-beda. Wallahu a’lam.

          Lalu mengapa kita seringkali tergiur kapada aktivitas harom ini, padahal sudah jelas-jelas keharomannya?

Jawabannya adalah pada diri kita sendiri. Apakah kita sudah mengetahui ilmunya, ataukah kita seperti orang munafik yang tau ilmu tapi tidak berusaha untuk mengamalkannya. Ataukah kita malas mencari ilmu syar’i yang bisa menunjukkan jalan keselamatan, membuka pintu hidayah Alloh Subhanahuwataala.

Firma Alloh dalam surat Al Isro’ : 32 “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji dan munkar.”

          Mencari ilmu syar’i adalah kewajiban bagi tiap muslim. Tidak hanya mengetahui dan mengamalkan hokum Pacaran, tapi hal-hal lainnya yang jauh lebih penting seperti ibadah, fiqh, akhlaq, adab, muamalah, dan lain-lain yang harus kita cari ilmunya untuk diamalkan dari hal-hal yang wajib, nafilah (ibadah keutamaan) hingga manghindari hal-hal yang makruh serta tidak terlena dalam hal-hal yang mubah.

          Jadilah seorang pejuang Alloh yang punya misi hanya tertuju pada Alloh. Setiap hela napas kita hanya tertuju untuk beribadah kepada Alloh Subhanahuwataala. Sesungguhnya Islam itu indah dan membawa kebahagiaan bagi yang menjalankannya dengan ikhlas hanya mengharap ridho Alloh Subhanahuwataala semata, serta dengan I’tiba’ (mengikuti) sesuai dengan apa yang diajarkan Rosululloh melalui pemahaman para Sahabat Rodiallohuanhum, tabiin  dan tabiut tabi’in Rohimakumulloh (Salaf As-Sholih).

          Bukankah pacaran itu indah, dan membahagiakan mengapa Islam melarangnya? Syubhat klasik yang sering dilontarkan oleh para pemuja hawa nafsu. Segala sesuatu dalam benaknya tentang keindahan pacaran hanya merupakan sesuatu yang semu belaka. Begitulah setan membuat indah dunia ini dalam pandangan orang-orang yang rapuh  imannya. Bukankah Alloh telah mengingatkan bahwa sesuatu yang baik menurut manusia belum tentu baik menurut Alloh? Hanya Allohlah yang Maha Tahu segala yang terbaik bagi hamba-Nya.

 

Solusinya?

Alloh menumbuhkan rasa cinta dalam tiap dada manusia terhadap lawan jenis yang merupakan fitroh manusia. Alloh juga menyediakan tempat penyaluran jenis cinta yang satu itu jauh lebih indah dari sekedar pacaran, yakni pernikahan. Sungguh salah satu bukti keindahan Islam.

Alloh berfirman dalam surat Ar-Ruum:21 “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.

          Jika Alloh melarang kita untuk mendekati zina (pacaran). Berarti Alloh sudah menyediakan suatu proses menuju pernikahan yang lebih indah, elegan dan tetap menjaga kehormatan daripada sekedar pacaran. Jadi pacaran yang benar adalah pacaran setelah pernikahan. Artinya kita boleh mencurahkan segala cinta manusiawi kita terhadap pasangan hidup hanya karena Alloh, karena mencintai Alloh serta demi memelihara kehormatan diri.

         

So, bagaimana proses syar’i menuju pernikahan?

1. Sholat Istikhoroh

          Jika seseorang telah membulatkan tekadnya untuk menikah, maka hemdaknya ia meminta kepada-Nya agar memberi yang baik baginya, insya Alloh. Serdasarkan sabda nabi dalam hadist”apabila seorang diantara kamu berhasrat melakukan suatu perkara maka hendaknya ia mengerjakan sholat dua rokaat diluar sholat fardhu. Kemudian bacalah doa ini : “Ya Alloh, sesungguhnya aku memohon pilihan yang tepat kepadaMu, ilmuMu, aku memohon kekuatan kepadaMu, dengan keMahakuasaanMu, aku memohon karuniaMu yang besar. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa sementara aku tidak kuasa. Engkau Maha Mengetahui, sedang aku tidak mengetahui, dan Engkaulah yang Maha Mengetahui Perkara yang Ghoib. Yaa Alloh apabila Engkau megetahui bahwa perkara ini baik bagiku, bagi agamaku, bagi hidupku dan baik akibatnya terhadap diriku, (atau ia katakan: baik bagiku di dunia maupun akhirat), maka tetapkan dan mudahkanlah bagiku. Dan sesungguhnya jika Engkau tahu bahwa perkara ini buruk bagiku bagi agamaku, bagi hidupku dan buruk akibatnya terhadap diriku, (atau ia katakan: buruk bagiku di dunia maupun akhirat), maka jauhkanlah perkara ini bagiku dan jauhkan diriku darinya. Tetapkanlah kebaikan untukku di mana saja aku berada, kemudian jadikan diriku ridha menerimanya.” Lalu Rosul bersabda “Lalu silahkan ia sebut kepentingannnya” Hadits riwayat Bukhori.

2. Ta’arruf/ melihat calon istri/ suami

          Bila seseorang ingin menikahi wanita yang diidam-idamkannya (artinya dia  memang telah benar-benar tekad untuk menikah) maka ia boleh mencuri pandang melihatnya. Ia boleh melihat apa-apa yang dapat mendorongnya untuk menikah. Dalam hal ini ada beberapa hadits diantaranya;

Dari Jabir bin Abdullah ia berkata, Rosululloh bersabda:”Apabila seseorang diantara kamu ingin melamar seorang wanita, maka ia bisa melihat apa-apa yang dapat mendorongnya menikahinya maka lakukanlah”. H.R. Abu Dawud.

Laki-laki tersebut juga boleh mencari-cari berita terhadap wanita yang ingin dinikahinya, tapi hanya dalam batas informasi untuk mengantarkan kepada pernikahan. Misalnya bertanya kepada saudara laki-laki si wanita, orang tua si wanita, atau mengutus seorang wanita (mahrom dari pengutus) untuk mendekati si gadis. Begitu pula sebaliknya, seorang wanita juga boleh lebih dulu memulai proses ini.

3. Khitbah/ Melamar calon istri

          Setelah itu hendaklah ia melamar wanita pilihannya itu kepada walinya (wali dari si wanita).

 

Bagaimana jika seseorang belum mampu untuk menikah?

1. Shoum (berpuasa)

          Sabda Rosululloh:”Wahai para pemuda, siapa saja diantara kamu yang memiliki kemampuan hendaknya ia segera menukah. Karena menikah itu akan lebih menundukkan pandangan nya dan menjaga klemaluannya. Barangsiapa yang belum mampu, maka shoum merupakan salah satu peredam nafsu syahwat baginya.”

2. Ghodul bashor (Menundukkan pandangan)

          “Katakanlah kepada para laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangan dan memelihara kemaluan; karena yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah juga kepada para perempuan yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangan dan memelihara kemaluan, dan hendaklah tidak menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang (biasa) nampak. Dan hendaklah menutupkan kain kerudung ke dada mereka”. (An-Nur ayat 30-31).

Bukan berarti menundukkan pandangan adalah selalu menundukkan wajah hinnga kita ngga’ tahu di depan ada tembok, lalu terbentur!! Menundukkan pandangan berarti menjaga pandangan agar tidak liar atau tertuju pada hal-hal yang diharomkan, sehingga kita dapat mengendalikan hati dan membuatnya bercahaya dalam naungan iman dan taqwa.

3. Menghindari khalwat, ikhtilat dan lingkungan yang menjurus pada legalisasi pacaran.

          Berduaan dengan lawan jenis tanpa mahrom (kholwat) dan bercampur-baur antara laki-laki dan perempuan ajnabi (yang bukan mahrom) sebenarnya dilarang dalam Islam. Akan tetapi kondisi dan lingkungan di negara  kita saat ini banyak yang tidak memungkinkan untuk menghindarinya 100% seperti di sekolah, kampus, bis kota, dan tempat-tempat yang seharusnya dipisah antara laki-laki dan wanita. Karenanya kita harus pandai-pandai meminimalisir khalwat dan ikhtilat apabila memang kita dituntut untuk demikian demi kemaslahatan yang lebih banyak.  Apalagi berkumpul dengan teman-teman pelaku pacaran, lebih baik berkumpul dengan orang-orang sholih. Karena keimanan seseorang dapat dilihat dari teman-temannya atau dengan siapa dia bergaul.

4. Mengingat-ingat kematian yang bisa saja datng kapan saja, siksa kubur, kiamta, neraka, surga, dan segala sesuatu yang dapat membuat kita cenderung kepada Alloh, takut dan berharap kepadaNya.

5. Menyibukkan diri dengan aktivitas syar’i terutama mencari ilmu syar’i

          Mencari ilmu syar’I bisa melalui membaca bubu-buku atau majalah Islam syar’I dan mendatangi kajian-kajian yang benar-benar sesuai Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman As-Salaf As-Sholih.

 

So…tunggu apa lagi?! Mulai sekarang temukan jati diri kita, cinta haqiqi kita (Cinta Karena Alloh Subhanahuwataala)

Lalu…LUPUS (Lupakan Urusan Pacaran Untuk Selamanya)

 

Ma’roji:

  • Bekal-bekal Menuju Pelaminan Mengikuti Sunnah oleh Abu Ishaq Al Huwaini Al Atsari
  • Tafsir Ibnu Katsir An-Nur: 30-31
  •  Elfata edisi 1 Vol.6/ 2006 : Jerat Maut si Penggoda
  • Buletin Ar-Rohman No.3/Th.11/April2003 (Remas Al-Baiturrahman SMU Negeri I  Jember)